LANNY JAYA - Sebuah pemandangan penuh kebersamaan terlihat di Distrik Wano Barat, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan, Minggu (31/5/2026). Personel Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 742/Satya Wira Yudha (SWY) tak hanya menjalankan tugas pengamanan penerbangan, tetapi juga ikut memikul material bangunan gereja bersama warga hingga ke lokasi pembangunan.
Aksi gotong royong tersebut berlangsung usai pendaratan pesawat Caravan PK-MJL yang membawa material untuk pembangunan Gereja GIDI Klasis Kwy di Airstrip Ninggeyagin. Kehadiran Satgas Yonif 742/SWY menjadi bagian penting dalam memastikan proses distribusi logistik berjalan aman dan lancar di wilayah pegunungan Papua.
Komandan Pos Titik Kuat (TK) Ninggeyagin, Lettu Inf Sahli, mengatakan personel Satgas terlebih dahulu melaksanakan Pengamanan Rute Penerbangan Udara (PAM RPU) guna menjamin keamanan proses pendaratan hingga keberangkatan kembali pesawat.
"Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar. Setelah proses bongkar muat selesai, personel kami bersama masyarakat langsung bergotong royong mengangkut material bangunan menuju lokasi pembangunan gereja, " ujar Lettu Inf Sahli.
Sebanyak 15 personel Satgas yang dipimpin Dantim 1 Letda Inf I Komang Oka Antara turut terlibat langsung dalam proses pengangkutan material. Dengan berjalan kaki melintasi medan yang cukup menantang, para prajurit bersama warga memikul bahan bangunan menuju Aula Gereja GIDI Klasis Kwy.
Menurut Letda Inf I Komang Oka Antara, keterlibatan prajurit dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat sekaligus mempererat hubungan yang telah terjalin selama ini.
"Kami tidak melihat ini hanya sebagai tugas pengamanan. Ketika masyarakat membutuhkan bantuan untuk membangun rumah ibadah, kami merasa terpanggil untuk ikut membantu. Semangat warga yang ingin segera memiliki gereja baru menjadi motivasi bagi kami untuk bekerja bersama, " katanya.
Kebersamaan antara TNI dan masyarakat tampak begitu erat selama proses pengangkutan material berlangsung. Warga dan personel Satgas bekerja bahu-membahu, saling membantu membawa bahan bangunan yang akan digunakan untuk pembangunan gereja.
Dansatgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 742/SWY, Letkol Inf Dedi Risdiantoro, S.I.P., menegaskan bahwa tugas prajurit di Papua tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga membantu mengatasi kesulitan masyarakat.
"Tugas utama kami memang menjaga keamanan wilayah. Namun, pengabdian seorang prajurit juga diwujudkan melalui kepedulian sosial dan kemanusiaan. Keterlibatan personel dalam pembangunan rumah ibadah ini adalah bentuk nyata bahwa TNI hadir untuk membantu masyarakat dan menjadi bagian dari solusi di tengah kehidupan warga Papua, " ujar Letkol Dedi.
Kehadiran Satgas Yonif 742/SWY mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Tokoh masyarakat Wano Barat, Armin Wenda, mengaku bersyukur atas dukungan yang diberikan personel TNI dalam proses pembangunan gereja.
"Kami sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI. Mereka membantu menjaga keamanan sekaligus ikut bekerja bersama masyarakat. Bantuan ini sangat berarti bagi kami yang sedang membangun rumah ibadah, " ungkap Armin.
Bagi masyarakat Distrik Wano Barat, pembangunan gereja bukan hanya soal berdirinya sebuah bangunan, tetapi juga menjadi simbol harapan dan kebersamaan. Karena itu, keterlibatan personel Satgas dalam proses pembangunan memberikan kesan mendalam bagi warga.
Melalui kegiatan tersebut, Satgas Yonif 742/SWY kembali menunjukkan bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat bukan sekadar slogan. Di tengah medan berat Papua Pegunungan, kebersamaan antara prajurit dan masyarakat terus terjalin dalam berbagai kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan warga.
Keringat yang tercurah saat memikul material bangunan menjadi bukti nyata bahwa pengabdian TNI di Papua tidak hanya menjaga kedaulatan negara, tetapi juga membantu membangun harapan masyarakat hingga ke pelosok negeri.
Autentikasi: Pen Yonif 742/SWY

Updates.