LANNY JAYA - Musibah kebakaran yang menghanguskan sebuah honai dan pagar kayu milik warga di Distrik Kuyawage, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan, mendapat perhatian dari Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 742/SWY Koops TNI Habema.
Melalui patroli keamanan, komunikasi sosial (Komsos), dan pembinaan teritorial (Binter) terbatas, personel Satgas menyambangi warga sekaligus melakukan pemeriksaan kesehatan dan memberikan obat sesuai keluhan yang dirasakan masyarakat di sekitar Pos Titik Kuat (TK) Kuyawage, Minggu (13/9/2026).
Kegiatan dipimpin Sertu Galih. Selain memastikan situasi keamanan tetap kondusif, personel juga berdialog dengan masyarakat untuk mengetahui kondisi warga setelah musibah kebakaran.
Dalam pertemuan tersebut, tim patroli berbincang dengan Tokoh Masyarakat Kuyawage, Bapa Pleno. Warga menceritakan upaya gotong royong saat kebakaran terjadi, termasuk proses penyelamatan barang-barang berharga.
Namun, kobaran api yang cepat membesar membuat bangunan honai tidak dapat diselamatkan. Kondisi tersebut menjadi beban tersendiri bagi warga, terlebih aktivitas pemenuhan kebutuhan sehari-hari dan sumber pangan dari kebun turut menghadapi kendala akibat kondisi cuaca dan keterbatasan logistik.
Danpos TK Kuyawage Lettu Inf Arya Sayaka, S.Tr.(Han)., mengatakan musibah tersebut menjadi duka bersama. Ia menegaskan prajurit akan terus membangun komunikasi dengan warga dan membantu sesuai kemampuan di lapangan.
“Musibah kebakaran yang menimpa saudara-saudara kita di sini merupakan duka bersama. Kehadiran kami melalui kegiatan penggalangan dan kesehatan ini adalah bukti bahwa TNI selalu ada untuk masyarakat dalam kondisi apa pun, ” ujar Lettu Inf Arya Sayaka.
Selain berdialog, tim kesehatan Satgas Yonif 742/SWY melakukan pemeriksaan kondisi kesehatan warga dan memberikan pengobatan. Sekitar 30 warga yang berada di sekitar kampung terpantau mulai kembali menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk berkebun dan memenuhi kebutuhan keluarga.
Dalam kesempatan tersebut, Lettu Inf Arya Sayaka juga menyampaikan informasi mengenai rencana bantuan sosial berupa beras 25 kilogram untuk setiap kepala keluarga (KK) dari pemerintah daerah. Warga juga mendapat informasi mengenai rencana dukungan fasilitas internet Starlink dari pemerintah pusat untuk membantu kebutuhan komunikasi masyarakat.
Sementara itu, Dansatgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 742/SWY Letkol Inf Dedy Risdiantoro, S.I.P., menekankan pentingnya menjaga keamanan sekaligus memperkuat hubungan dengan masyarakat setelah terjadi perubahan kondisi lingkungan akibat kebakaran.
“Perubahan karakteristik lingkungan pasca-kebakaran yang membuat beberapa titik medan menjadi terbuka tidak mengurangi komitmen kami dalam mengayomi masyarakat, ” tegas Letkol Inf Dedy Risdiantoro.
Ia juga menginstruksikan personel untuk meningkatkan pemantauan wilayah dan tetap mengedepankan pendekatan Binter yang humanis. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas keamanan di tengah kondisi masyarakat yang sedang menghadapi dampak musibah.
Kehadiran Satgas Yonif 742/SWY di Kuyawage menunjukkan bahwa penanganan situasi pascakebakaran tidak hanya berkaitan dengan keamanan wilayah. Komunikasi dengan tokoh masyarakat, pemeriksaan kesehatan, dan perhatian terhadap kondisi warga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan sosial di wilayah penugasan.
Hingga kegiatan berlangsung, situasi keamanan di sekitar Distrik Kuyawage dilaporkan aman, kondusif, dan terkendali. Patroli secara berkala tetap dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan rasa aman.
(PenYonif 742/SWY)

Riansyah