LANNY JAYA - Persoalan akses jalan hingga kejelasan perbaikan landasan pesawat menjadi aspirasi yang disampaikan tokoh masyarakat Kuyawage kepada Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 742/SWY Koops TNI Habema. Dalam pertemuan yang berlangsung secara kekeluargaan, prajurit mendengarkan langsung keluh kesah warga sekaligus membuka ruang dialog untuk mencari solusi bersama, Senin (27/7/2026).
Pertemuan tersebut berlangsung di kediaman Bapa Pleo Tabuni (47), tokoh agama sekaligus tokoh masyarakat Kampung Kuyawage, Distrik Kuyawage, Kabupaten Lanny Jaya. Kegiatan dipimpin Danpos TK Kuyawage Lettu Inf Arya Sayaka, S.Tr.(Han), bersama Dansi Intel Sertu Budi Butar Butar.
Dalam dialog tersebut, Bapa Pleo menyampaikan sejumlah persoalan yang dihadapi masyarakat. Di antaranya kondisi sosial warga yang sebagian besar merupakan pengungsi dari sejumlah wilayah Papua, keterbatasan penggunaan bahasa Indonesia, hingga terhambatnya perbaikan jalan Trans dari Bukit Cakra menuju Tumbubur.
Warga juga mempertanyakan kejelasan dana perbaikan landasan pesawat atau airstrip di wilayah tersebut. Aspirasi itu disampaikan dalam suasana terbuka dan penuh kekeluargaan.
Danpos TK Kuyawage Lettu Inf Arya Sayaka mengatakan kehadiran prajurit di tengah masyarakat bukan hanya berkaitan dengan tugas pengamanan, tetapi juga membangun komunikasi dan membantu mencari jalan keluar atas persoalan yang dihadapi warga.
“Kehadiran kami di Kuyawage bukan semata-mata untuk pengamanan, tetapi juga menjadi keluarga dan pendengar yang baik bagi bapa dan mama di sini. Kami sepenuhnya berempati terhadap kekecewaan warga. Kami siap mendorong dan memfasilitasi perlunya mediasi antara pihak pemegang proyek dari pemerintah daerah dengan tokoh adat setempat agar pembangunan infrastruktur dapat segera terealisasi tanpa konflik atau kesalahpahaman, ” ujar Lettu Inf Arya Sayaka.
Bapa Pleo Tabuni juga menyatakan komitmennya untuk ikut menjaga situasi damai di wilayah Kuyawage, Wano Barat, hingga Balingga. Ia menegaskan pentingnya menjaga ketenteraman masyarakat sipil dan mencegah munculnya keresahan di tengah warga.
Komandan Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 742/SWY, Letkol Inf Dedy Risdiantoro, S.I.P., mengapresiasi dialog yang dilakukan personelnya. Menurutnya, komunikasi langsung dengan tokoh masyarakat menjadi bagian penting dalam memahami persoalan yang dihadapi warga di wilayah penugasan.
“Pendekatan humanis adalah napas utama dari setiap penugasan kami di Bumi Cenderawasih. Curahan hati dari Bapa Pleo Tabuni adalah suara murni dari masyarakat pedalaman yang merindukan pemerataan pembangunan dan kedamaian sejati. TNI akan terus mengawal keamanan sekaligus menjadi jembatan kebaikan demi terwujudnya masyarakat Papua yang aman, damai, dan sejahtera, ” tegas Letkol Inf Dedy Risdiantoro.
Melalui komunikasi sosial yang dilakukan secara berkelanjutan, Satgas Yonif 742/SWY Koops TNI Habema berupaya memperkuat hubungan dengan masyarakat sekaligus mendorong penyelesaian berbagai persoalan melalui komunikasi, musyawarah, dan kearifan lokal.
(PERS)

Updates.