LANNY JAYA - Kepedulian terhadap warga terdampak kekeringan ditunjukkan Satgas Pamtas Mobile RI-PNG Yonif 742/SWY Koops TNI Habema saat menyambangi masyarakat Kampung Ninggeya, Distrik Wano Barat, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan, Rabu (16/9/2026).
Dalam kegiatan tersebut, personel Pos TK Ninggeyagin tidak hanya melaksanakan patroli keamanan, tetapi juga membangun komunikasi sosial, pembinaan teritorial terbatas, serta memberikan pemeriksaan kesehatan kepada warga.
Patroli humanis itu menempuh jarak sekitar 4, 09 kilometer dari Pos/Titik Kuat (TK) Ninggeyagin. Kegiatan dipimpin Bamin Log TK Ninggeyagin, Sertu Muhammad Rifky Wahyu Aprelian, di bawah kendali Komandan TK Ninggeyagin, Lettu Inf Sahli.
Saat menyusuri kawasan permukiman honai, prajurit berdialog langsung dengan warga untuk mengetahui kondisi dan kebutuhan masyarakat. Salah seorang warga, Bapa Teremia, menyampaikan keluhan mengenai keterbatasan bahan pangan yang terjadi akibat kekeringan di wilayah tersebut.
Mendengar kondisi itu, personel Satgas kemudian memberikan bantuan logistik lapangan berupa bekal punggung yang dibawa anggota. Bantuan tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok keluarga Bapa Teremia dan warga di sekitarnya.
Selain bantuan pangan, prajurit juga melakukan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan ini menjadi bagian dari pendekatan langsung Satgas untuk mengetahui kondisi warga di wilayah tugas sekaligus memperkuat hubungan antara prajurit dan masyarakat.
Komandan Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 742/SWY, Letkol Inf Dedi Risdiantoro, S.I.P., mengatakan kehadiran prajurit di wilayah pedalaman Papua Pegunungan diarahkan tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga membantu masyarakat menghadapi berbagai kesulitan.
“Kehadiran prajurit TNI di pelosok Papua Pegunungan bertujuan untuk memberikan rasa aman sekaligus menjadi pelindung dan pengayom masyarakat. Lewat kegiatan pembinaan teritorial dan pelayanan kesehatan ini, kami ingin memastikan bahwa kesulitan warga, seperti dampak kekeringan di Kampung Ninggeya, dapat kita bantu penanganannya secara bertahap. Pendekatan humanis, komunikasi yang terbuka, serta kepedulian sosial adalah kunci utama mewujudkan kedamaian dan kesejahteraan bersama, ” tegas Letkol Inf Dedi Risdiantoro, S.I.P.
Sementara itu, Lettu Inf Sahli menjelaskan bahwa komunikasi langsung dengan masyarakat memiliki peran penting dalam membangun kedekatan di tengah sejumlah kendala, termasuk perbedaan bahasa dan rasa canggung sebagian warga ketika berinteraksi dengan aparat keamanan.
Menurutnya, pendekatan yang dilakukan secara berkelanjutan menjadi salah satu upaya untuk membangun kepercayaan masyarakat. Edukasi bahasa Indonesia kepada anak-anak di wilayah pedalaman juga terus didorong agar komunikasi antara masyarakat dan prajurit semakin mudah.
Kegiatan patroli keamanan, komunikasi sosial, pembinaan teritorial terbatas, bantuan pangan, dan pemeriksaan kesehatan tersebut berlangsung aman dan tertib. Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, personel Satgas Yonif 742/SWY kembali ke Pos TK Ninggeyagin dalam kondisi lengkap dan aman.
Kehadiran prajurit di Kampung Ninggeya menjadi bagian dari upaya membangun keamanan sekaligus memperkuat kepedulian sosial melalui interaksi langsung dengan masyarakat di wilayah pedalaman Papua Pegunungan.
(PenYonif 742/SWY )

Riansyah