LANNY JAYA - Suasana penuh kekeluargaan terasa di Gereja GIDI Jemaat Agape, Distrik Wano Barat, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan, Minggu (6/9/2026).
Di tengah pelaksanaan patroli keamanan, prajurit Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 742/SWY Koops TNI Habema Pos TK Ninggiyagin turut berbaur bersama jemaat dalam ibadah Minggu. Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan sekaligus membangun komunikasi yang dekat dengan masyarakat.
Sekitar 67 jemaat, mulai dari anak-anak, orang dewasa hingga lanjut usia, mengikuti ibadah yang dipimpin Gembala GIDI Jemaat Agape, Bapa Oetinus Talenggen.
Personel Satgas yang beragama Nasrani mengikuti doa dan nyanyian pujian bersama jemaat. Mereka berada di tengah masyarakat dalam suasana ibadah yang berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan.
Sementara itu, personel lainnya tetap bersiaga di sekitar area gereja. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga situasi tetap aman sehingga jemaat dapat menjalankan ibadah dengan tenang.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa patroli di wilayah penugasan tidak hanya dilakukan melalui pengamanan. Interaksi langsung dengan masyarakat juga menjadi ruang untuk membangun rasa saling percaya.
Setelah ibadah selesai, Batih TK Andugume, Sertu Wali Ebenheser Koly, melakukan komunikasi sosial dengan tokoh agama setempat, Bapa Limiton Talenggen.
Dalam pertemuan tersebut, Satgas menyampaikan informasi mengenai rencana pengobatan gratis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lanny Jaya.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung Selasa (8/9/2026) mulai pukul 08.00 WIT di Polindes Kombanu. Sebanyak enam tenaga kesehatan akan terlibat dalam kegiatan tersebut.
Anak-anak sekolah dan warga lanjut usia menjadi kelompok yang diprioritaskan. Pemeriksaan tersebut dinilai penting untuk memantau kondisi kesehatan warga setelah menghadapi kekeringan dan cuaca ekstrem.
Danpos TK Ninggiyagin, Lettu Inf Sahli, mengatakan kehadiran prajurit di Gereja GIDI Agape bukan hanya berkaitan dengan tugas pengamanan.
“Kehadiran kami di Gereja GIDI Agape bukan sekadar menjalankan tugas pengamanan wilayah, melainkan juga beribadah dan merajut tali silaturahmi. Kami ingin memastikan masyarakat merasa aman, nyaman, dan tenang saat beribadah maupun beraktivitas sehari-hari, ” ujar Lettu Inf Sahli.
Menurutnya, komunikasi langsung dengan warga menjadi bagian penting dalam membangun kedekatan antara prajurit dan masyarakat di wilayah penugasan.
Komandan Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 742/SWY, Letkol Inf Dedi Risdiantoro, S.I.P., menegaskan bahwa pendekatan humanis menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga stabilitas wilayah perbatasan.
“Pendekatan humanis melalui kegiatan keagamaan dan kepedulian sosial merupakan prioritas kami. Pasca-cuaca ekstrem di Lanny Jaya, kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memantau kesehatan warga, terutama anak-anak dan lansia, ” tegas Letkol Inf Dedi Risdiantoro, S.I.P.
Ia menambahkan, keberadaan prajurit di tengah masyarakat diharapkan mampu menciptakan rasa aman sekaligus memperkuat hubungan antara TNI dan warga.
Rangkaian patroli keamanan dan ibadah bersama di Gereja GIDI Jemaat Agape berlangsung tertib, aman, dan penuh keharmonisan.
Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa ruang ibadah dapat menjadi tempat memperkuat persaudaraan, komunikasi, serta semangat hidup bersama di tengah masyarakat Wano Barat.
(Agung)

Updates.