LANNY JAYA - Di tengah keheningan pegunungan Papua Pegunungan, sebuah aksi sederhana namun penuh makna menghangatkan hati. Prajurit Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 742/Satya Wira Yudha (SWY) tak hanya menjalankan tugas menjaga kedaulatan, tetapi juga merajut kedekatan dengan masyarakat melalui sentuhan kepedulian. Di TK Kuyawage, Distrik Kuyawage, Kabupaten Lani Jaya, pada Rabu (20/5/2026), gelak tawa anak-anak berpadu dengan suara gunting rambut, menciptakan potret kebersamaan yang menyentuh.
Kegiatan ini berawal dari sebuah permintaan tulus Kepala Kampung Wome, Webanus, yang datang menghampiri Pos TK Kuyawage. Ia berharap rambut anak-anak di kampungnya bisa dirapikan. Tanpa ragu, Komandan Pos TK Kuyawage, Lettu Inf Arya Sayaka, S.Tr.(Han)., segera menggerakkan personelnya untuk memenuhi harapan tersebut. Bagi mereka, ini bukan sekadar tugas, melainkan wujud nyata pengabdian.
“Bagi kami, ini bukan sekadar memotong rambut, tetapi bentuk pengabdian dan kepedulian kepada anak-anak Papua. Kami ingin kehadiran TNI benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, ” ujar Arya Sayaka.
Ia menambahkan bahwa kegiatan sederhana ini juga menjadi ajang menanamkan pentingnya kebersihan dan kesehatan sejak dini. Senyum dan tawa polos anak-anak menjadi kebanggaan tersendiri bagi para prajurit selama bertugas di tanah Papua.
Lima personel Satgas, dipimpin oleh Sertu Rian Duri bersama Pratu Rifaldi Nago, Pratu Sumardi, Pratu Yusrianto, dan Prada Fahmi, dengan sabar melayani antrean anak-anak. Dengan pendekatan yang hangat dan penuh kekeluargaan, suasana pangkas rambut berubah menjadi momen yang menyenangkan, penuh canda dan cerita.
Komandan Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 742/SWY, Letkol Inf Dedi Risdiantoro, S.I.P., sangat mengapresiasi langkah humanis yang ditunjukkan oleh anak buahnya. Ia menegaskan bahwa prajurit tidak hanya bertugas menjaga negara, tetapi juga harus menjadi pelindung dan pengayom masyarakat. Pendekatan kemanusiaan seperti inilah yang krusial dalam membangun kedekatan dengan rakyat.
Antusiasme masyarakat Kuyawage pun terlihat jelas menyambut kehadiran personel Satgas. Merry, salah seorang warga Kampung Wome, mengungkapkan rasa syukurnya.
“Kami bersyukur bapak-bapak TNI mau membantu anak-anak kami. Mereka senang dan sekarang terlihat lebih rapi, ” tuturnya dengan senyum merekah.
Melalui aksi kepedulian ini, Satgas Yonif 742/SWY berharap dapat terus mempererat tali kekeluargaan antara TNI dan masyarakat Papua, serta memberikan kontribusi positif yang nyata bagi kehidupan warga di Kabupaten Lani Jaya.
(PERS)

Updates.